TAMRIN GANTENK (HIDUUP CITERs)
Tampilkan postingan dengan label hEWaN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hEWaN. Tampilkan semua postingan
Jumat, 09 Maret 2012
Senin, 27 Februari 2012
Kamis, 23 Februari 2012
Senin, 13 Februari 2012
vaLENtiNE, HAriMAU suMAtera dIjODOhkAN di AS
Harimau Sumatera (Antara/ Puspa Perwitasari)Tenar di seluruh dunia, kondisi habitat asli Harimau Sumatera justru mengenaskan.
Dalam peringatan hari kasih sayang, Valentine, Malosi --seekor Harimau Sumatera -- dari Kebun Binatang Honolulu, Hawaii akan diterbangkan ke Tacoma, Washington, untuk dijodohkan dengan harimau betina bernama Jaya yang tinggal di kebun binatang, Point Defiance.
"Kami merasa bangga memainkan peran penting ini, mengumpulkan data ilmiah dan mengembangbiakkan Harimau Sumatera sebagai upaya konservasi dan penyelamatan hewan yang luar biasa ini," kata Direktur Kebun Binatang Honolulu, Manuel Mollinedo, seperti dimuat situs k5thehometeam.com, Selasa 14 Februari 2012.
"Harimau Sumatera saat ini sangat terancam. Kami bekerja keras untuk melindungi dan meningkatkan spesies hewan ini," kata kurator kebun binatang, Point Defiance, Karen Goodrowe Beck.
Untuk memudahkan transisi dan mengurangi potensi stres, Malosi ditemani petugas kebun binatang yang selama ini merawatnya. Sementara, seorang mahasiswa Brigham Young University ditugaskan untuk mengumpulkan informasi terkait indikator stres dan faktor-faktor perbaikan emosi.
Malosi lahir di Kebun Binatang Honolulu, September 2008 lalu, bersama dua saudaranya, Keahi and Tondi. Keahi minggu lalu pindah ke rumah barunya di Kebun Binatang Sendai Yagiyama di Jepang. Sementara, Tondi bakal dikirim ke Prancis.
Tenar di seluruh dunia, kondisi habitat asli Harimau Sumatera, di hutan-hutan Pulau Sumatera, justru mengenaskan. Mereka terdesak oleh kegiatan manusia, illegal logging, habitatnya musnah oleh perkebunan, juga dibuat tak berdaya menghadapi perburuan liar. Diperkirakan populasi hewan langka ini tinggal 400 ekor di alam liar.
Indonesia memiliki 65 harimau Sumatera di kebun binatang, dan lainnya hidup di kebun binatang di Eropa, Amerika Utara dan Australia.
suMBer : NAsioNAl.viVAnewS.coM
POsTEd bY : aRMStrOng_PRODuct@YAHoO.co.ID
Dalam peringatan hari kasih sayang, Valentine, Malosi --seekor Harimau Sumatera -- dari Kebun Binatang Honolulu, Hawaii akan diterbangkan ke Tacoma, Washington, untuk dijodohkan dengan harimau betina bernama Jaya yang tinggal di kebun binatang, Point Defiance.
"Kami merasa bangga memainkan peran penting ini, mengumpulkan data ilmiah dan mengembangbiakkan Harimau Sumatera sebagai upaya konservasi dan penyelamatan hewan yang luar biasa ini," kata Direktur Kebun Binatang Honolulu, Manuel Mollinedo, seperti dimuat situs k5thehometeam.com, Selasa 14 Februari 2012.
"Harimau Sumatera saat ini sangat terancam. Kami bekerja keras untuk melindungi dan meningkatkan spesies hewan ini," kata kurator kebun binatang, Point Defiance, Karen Goodrowe Beck.
Untuk memudahkan transisi dan mengurangi potensi stres, Malosi ditemani petugas kebun binatang yang selama ini merawatnya. Sementara, seorang mahasiswa Brigham Young University ditugaskan untuk mengumpulkan informasi terkait indikator stres dan faktor-faktor perbaikan emosi.
Malosi lahir di Kebun Binatang Honolulu, September 2008 lalu, bersama dua saudaranya, Keahi and Tondi. Keahi minggu lalu pindah ke rumah barunya di Kebun Binatang Sendai Yagiyama di Jepang. Sementara, Tondi bakal dikirim ke Prancis.
Tenar di seluruh dunia, kondisi habitat asli Harimau Sumatera, di hutan-hutan Pulau Sumatera, justru mengenaskan. Mereka terdesak oleh kegiatan manusia, illegal logging, habitatnya musnah oleh perkebunan, juga dibuat tak berdaya menghadapi perburuan liar. Diperkirakan populasi hewan langka ini tinggal 400 ekor di alam liar.
Indonesia memiliki 65 harimau Sumatera di kebun binatang, dan lainnya hidup di kebun binatang di Eropa, Amerika Utara dan Australia.
suMBer : NAsioNAl.viVAnewS.coM
POsTEd bY : aRMStrOng_PRODuct@YAHoO.co.ID
mUsiM diNgiN, mOnYET BereNDAM Air PANAs
Monyet berendam air panas (Reuters)"Ini pemandangan yang indah. Para monyet ini terlihat sangat santai, manusiawi sekali."
Seperti halnya manusia, di musim dingin monyet-monyet di Jepang juga senang berendam di air panas.
Baru-baru ini, sekelompok monyet liar terlihat sedang menghangatkan diri di pemandian air panas di Nagano, yang terletak di pusat Pulau Honshu.
Pemandangan tak biasa ini menjadi perhatian para turis. Hampir 100.000 wisatawan dari seluruh dunia sengaja datang ke pemandian air panas, Nagano Jigokudani untuk menyaksikan "pertunjukan monyet".
Untuk diketahui, sekitar 160 monyet salju Jepang hidup di sekitar pemandian itu, sejak 100 tahun lalu.
Meski monyet biasanya tak suka air, grup primata yang terdiri dari kebanyakan betina dan anak monyet, nampak santai berendam di air panas bersuhu 41 derajat Celcius. Di luar kolam renang, suhu bisa turun sampai negatif lima derajat Celsius di musim dingin.
"Ini pemandangan yang indah. Para monyet ini terlihat sangat santai, manusiawi sekali," kata seorang turis dari Australia, seperti dimuat Reuters, 13 Februari 2012. "Mereka tak merasa terganggu dengan kami."
Aturan ketat diberlakukan bagi para turis yang ingin mengambil foto atau mendekat ke kerumunan para monyet: dilarang memberi makan, menyentuh, dan tak boleh bicara dengan suara keras di dekat monyet yang dilindungi itu.
Para monyet biasanya berendam sejak pukul 09.00 pagi, sebelum mereka akhirnya pulang ke hutan pada sore hari.
Selain berendam gratis, monyet-monyet juga mendapat makanan cuma-cuma. Para staf penadian memberi mereka jelai, kacang dan apel setiap hari.
suMBer : duNIa.viVANews.coM
POsTEd bY : aRMStrOng_PRODuct@YAHoO.co.ID
Seperti halnya manusia, di musim dingin monyet-monyet di Jepang juga senang berendam di air panas.
Baru-baru ini, sekelompok monyet liar terlihat sedang menghangatkan diri di pemandian air panas di Nagano, yang terletak di pusat Pulau Honshu.
Pemandangan tak biasa ini menjadi perhatian para turis. Hampir 100.000 wisatawan dari seluruh dunia sengaja datang ke pemandian air panas, Nagano Jigokudani untuk menyaksikan "pertunjukan monyet".
Untuk diketahui, sekitar 160 monyet salju Jepang hidup di sekitar pemandian itu, sejak 100 tahun lalu.
Meski monyet biasanya tak suka air, grup primata yang terdiri dari kebanyakan betina dan anak monyet, nampak santai berendam di air panas bersuhu 41 derajat Celcius. Di luar kolam renang, suhu bisa turun sampai negatif lima derajat Celsius di musim dingin.
"Ini pemandangan yang indah. Para monyet ini terlihat sangat santai, manusiawi sekali," kata seorang turis dari Australia, seperti dimuat Reuters, 13 Februari 2012. "Mereka tak merasa terganggu dengan kami."
Aturan ketat diberlakukan bagi para turis yang ingin mengambil foto atau mendekat ke kerumunan para monyet: dilarang memberi makan, menyentuh, dan tak boleh bicara dengan suara keras di dekat monyet yang dilindungi itu.
Para monyet biasanya berendam sejak pukul 09.00 pagi, sebelum mereka akhirnya pulang ke hutan pada sore hari.
Selain berendam gratis, monyet-monyet juga mendapat makanan cuma-cuma. Para staf penadian memberi mereka jelai, kacang dan apel setiap hari.
suMBer : duNIa.viVANews.coM
POsTEd bY : aRMStrOng_PRODuct@YAHoO.co.ID
Langganan:
Postingan (Atom)
mALEs nYAri ? ... KetiK AjE
aRMStRoNg_prODucT@YAHoO.co.ID. Diberdayakan oleh Blogger.
















































.jpg)
.jpg)
.jpg)