Tampilkan postingan dengan label HAcKEr. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HAcKEr. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Februari 2012

LimA HAcKer TerkoNyoL


Apakah hacker atau peretas selalu orang yang pintar? Mungkin. Tapi mereka manusia, yang bisa salah atau bahkan teledor. Ketika orang mengira hacker adalah orang pintar, Alan Wlasuk, CEO dari situs 403 Web Security, justru menampilkan hacker yang sangat teledor dan konyol. Berikut lima hacker konyol itu.

1. Hacktivist Bangladesh, Shahee Mirza, memang jago. Dia mengubah tampilan web milik Batalion Rapid Action, militer pemerintah Bangladesh. Dia menulis pesan,
PEMERINTAH TAK MELAKUKAN APAPUN UNTUK MENGEMBANGKAN SEKTOR IT DI BANGLADESH. MALAH MEMBUAT UNDANG UNDANG ANTI CYBER CRIME. KALIAN TAK TAHU APA ITU CYBER CRIME DAN TAK TAHU BAGAIMANA MELINDUNGI DIRI SENDIRI. DENGAR, HACKER BUKANLAH PENJAHAT. MEREKA 10 KALI LIPAT DARI PADA AHLI MILIK PEMERINTAH (dibajak di Bangladesh, oleh SHAHEE_MIRZA).
Pemuda 21 tahun itu akhirnya mendapat ganjaran kurungan sepuluh tahun.

2. iPhone Sayaka Fukuda lenyap di jalanan Kota New York. Tak ada jejak untuk menemukannya. Konyolnya, Daquan Mathis, si pencuri itu, malah mengambil foto dengan iPhone itu. Fotonya masih dengan pakaian yang sama saat menjambret Fukuda. Dari e-mail Fukuda yang ada di iPhone itu, Mathis mengirim foto itu ke e-mail-nya sendiri. Nahas, akun e-mail iPhone Fukuda bisa diakses di Internet. Berbekal foto dan e-mail itu, dengan mudah Mathis dilacak dan ditangkap.

3. Tahun lalu, e-mail bintang Kelly Osborne dibajak oleh hacker. Konyolnya, si hacker tak hanya ingin membaca e-mail lampau yang sudah dikirimkan ke e-mail tersebut. Hacker itu juga ingin membaca e-mail baru di inbox Kelly. Caranya, dia meneruskan e-mail di inbox Kelly ke e-mail-nya sendiri. Alhasil, polisi bisa langsung melacak si hacker.

4. Sammy Kamkar terkenal karena virus ‘Samy Worm’. Dia bertanggung jawab atas serangan virus lebih dari 1 juta akun MySpace pada tahun 2006. Di tiap akun yang dibajak, dia memampangkan banner 'Samy adalah Pahlawanku’. Samy juga membanggakan prestasi hacking ini dalam blognya. Sayang, blog itu berisi foto dirinya dengan latar yang mudah dikenali sehingga Samy mudah ditemukan polisi.

5. Eduard Lucian Mandru adalah hacker yang sangat pintar. Pada 2006, sistem komputer di Departemen Pertahanan Amerika Serikat menjadi korban ulahnya. Ulahnya ini tak terdeteksi selama bertahun-tahun. Karena pihak berwenang hanya punya satu petunjuk alamat e-mail (wolfenstein_ingrid@yahoo.com). Namun Mandru teledor dan tertangkap pada tahun 2009. Pasalnya, dia menggunakan e-mail yang sama dalam lamaran pekerjaan yang ia kirimkan ke beberapa lowongan.

sUmBer : TemPo.cO
pOSted bY : aRMSTROng_ProDucT@YAHoO.co.ID


HAcKer AnCAm PeruSAhaaN MinYAk


Perusahaan minyak dunia kini resah lantaran diserbu peretas jaringan komputer (hacker). Tak main-main, hacker yang ditengarai melakukan spionase industri ini mengancam pasokan minyak dunia.

Manajer Teknologi Informasi Shell Oil Company, Ludolf Luehmann, memperingatkan serangan hacker belakangan lebih sering terjadi dan dilakukan secara terencana. Ia menyimpulkan motif kriminal dan komersial berada di balik aksi para hacker ini. "Apalagi saat ini sistem produksi dan distribusi energi dunia diatur melalui sistem komputer," kata dia dalam Kongres Perminyakan Dunia di Qatar, seperti dikutip Reuters.

Luehmann menduga operasi para peretas ini juga semakin canggih lantaran bisa tembus dan mengontrol hal-hal teknis semisal menutup atau membuka katup jaringan pipa. Shell sendiri telah mengidentifikasi perilaku para hacker seperti merencanakan gangguan jangka panjang, mengumpulkan informasi secara diam-diam selama beberapa bulan sebelum menyerang target spesifik.

Dia mencontohkan serangan virus Worm Stuxnet pada 2010 yang dirancang untuk menumbangkan sistem industri. "Ini dimensi teror baru yang kami amati," ujarnya. Sayangnya Luehmann tak menyebut contoh kasus serangan hacker yang merugikan perusahaan minyak.

Oktober lalu perusahaan perangkat lunak Symantec Corp menerbitkan laporan tentang virus misterius yang kemudian dijuluki Duqu. Kode dan cara kerja virus ini mirip dengan Stuxnet yang pernah menyerang program nuklir Iran tahun lalu.

Sebetulnya sistem perlindungan jaringan sudah jauh hari dirancang untuk membentengi serangan virus semacam ini. Namun perusahaan energi memerlukan sistem baru yang memungkinkan perbaikan tanpa harus mematikan seluruh sistem. "Kesulitan kami ialah menjaga minyak tetap mengalir," kata Riemer Brouwer, kepala keamanan perusahaan minyak di Abu Dhabi.

Sumber : tEMpO.cO
POSted bY : aRMStrOng_prODucT@YAhoo.co.ID

pEraNg PereTAs tUruT PAnasKAn huBunGAn AraB-iSraeL


Panasnya hubungan politik antara Israel dan Iran ternyata terbawa di dunia maya. Para peretas yang mengklaim diri sebagai pro Israel maupun pro Arab saling meretas situs-situs tertentu di kedua negara.

Peretasan terakhir mengarah ke situs maskapai penerbangan Israel, El Al dan Bursa Efek Tel Aviv. Pelaku yang dituduhkan oleh pihak Israel adalah peretas pro-Saudi. Meski demikian peretasan ini tak mempengaruhi bisnis maupun penerbangan Israel.

Saat mengakses situs penerbangan Israel www.tase.co.il/TASEEng, responnya berisi "Please try again later. The site is too busy right now." Peretas diduga menyerang menggunakan DDOS, dimana akses ke El Al telah dipindah.

Ini merupakan kelanjutan dari perang cyber peretas dari kedua negara, setelah sebelumnya peretasan juga dilakukan terhadap nasabah bank. Surat kabar Jerusalem Post menuliskan, peretas Saudi OxOmar menghubunginya langsung, memperingatkan serangan yang tertunda. Dia menambahkan bawa dia telah bergabung dengan sebuah tim peretas "Nightmare", dimana Ynet mengidentitaskan sebagai peretas pro-Palestina.

Atas serangan yang spesifik mengarah dilakukan OxOmar, EI AI mengatakan bahwa "perang Cyber telah mengancam Negara Israel selama dua pekan. El Al telah mengetahui langsung aktivitas itu berasal dari peretas Saudi", dan mereka sedang bekerja mengamankan lamannya.

Ynet menambahkan bahwa peretas pro Israel, yang menyebut dirinya sebagai Hannibal, juga mengancam akun Facebook warga Arab dan telah membuka secara detail log-in dari 20 ribu penggunanya. Dalam postingannya terbaca:

"I have 30 Million Emails&Passwords of Arabs.
(Every day i will post 2000-100.000 depends on my mood)
Enjoy it And Share"

Dia melanjutkan dengan membuat klaim:

"In Addition, I have 10 million bank accounts of the countries of Iran and Saudi Arab. If Iran continues to threaten Israel and already this week I will publish the private bank accounts and thus make them billion of dollars in damages estimated."

Peretas yang menamakan diri sebagai Yoni dan menyebut dirinya sebagai pemipin kelompok peretas Irael menuliskan kepada Ynet bahwa "we do not operates against the group's principles, regardless of religion, creed or garden, will be harmed."

Serangan dari peretas yang melawannya pun tak menunjukkan tanda-tanda menurun. Bahkan Ynet menuduh Hamas telah meminta peretasnya untuk mentarget Israel, yang jelas memperuncing perselisihan antar-peretas. Wakil Menteri Luar Negeri Israel telah menyebut serangan itu sebagai aksi terorisme, menambahkan bahwa setiap serangan cyber mengarah ke negaranya sebagai deklarasi perang.

Pada 2 Januari lalu, harian Israel Haaretz melaporkan bahwa peretas, yang bekerja sama dengan Anonymous telah mengklaim berada di belakang serangan berupa pengungkapan informasi lebih dari 400 ribu pemegang kartu kredit di Israel. Berdasarkan Ynet News, situasi dibawah kendali dan bank Israel telah menyelesaikan persoalan itu.

SumBer : TemPo.cO
pOSted bY : arMSTRonG_PrODucT@YAhoO.cO.ID

haCker BajAk PembiCAraAn TELEpoN fbi-ScotLAnd


Peretas dari kelompok Anonymous telah menyebarkan telekonferensi tertutup antara FBI dan dinas intelijen Inggris Scotland Yard soal rincian investigasi kejahatan cyber internasional. FBI mengakuinya dan mengkonfirmasi hal itu adalah benar.

Dalam pembicaraan yang kini tersebar luas itu, para penyidik terdengar membahas penyelidikan bersama mereka soal kejahatan dunia maya melalui pengadilan Inggris. selain itu, mereka mendiskusikan terkait dengan penyelidikan yang tengah dilakukan di New York, Baltimore, Los Angeles, dan Irlandia.

Juga, dibicarakan tentang sejumlah nama yang telah didakwa di Inggris atas upaya peretasan website ​​dapat didengar pada siaran berbicara tentang orang bernama yang telah dibebankan di Inggris dengan hacking ke dalam website Biro Kejahatan Serius Terorganisir (Serious Organised Crime Agency/SOCA).

Dalam diskusi yang panjang itu, para penyidik Inggris terdengar membahas soal peretas berusia 15 tahun Inggris. Telepon berdurasi 15 menit itu telah disebarkan melalui internet, namun nama-nama beberapa orang yang dicari telah dikaburkan oleh sang peretas.

Saat berita peretasan itu mulai tersiar, kelompok Anonymous mulai mengejek FBI. Menurut Guardian, mereka juga bertanya apakah mereka juga ingin tahu tentang bagaimana kelompok ini bisa terus memantau komunikasi internal biro itu.

"Kami menyadari video yang berhubungan dengan panggilan konferensi FBI yang melibatkan wakil PCeU (unit kejahatan cyber). Masalah ini kini sedang diselidiki oleh FBI," demikian pernyataan Scotland Yard. "Pada tahap ini tidak ada risiko operasional. Namun, kami terus melakukan penilaian menyeluruh. Kami belum siap untuk membahas [masalah itu] lebih lanjut."

Lembaga penegak hukum Inggris dikejutkan dengan kejahatan cyber yang dilakukan bocah belasan tahun beberapa waktu lalu. Mereka yang terlibat dalam aksi ini adalah para remaja lintas negara, yaitu dari Inggris, Irlandia, Jerman, dan Amerika Serikat.

Enam orang akan diadili di pengadilan Inggris atas tuduhan peretasan ke situs internet milik Soca. Mereka termasuk Ryan Cleary, seorang remaja Inggris yang didakwa dengan lima pelanggaran. Cleary, 19, dari Wickford, Essex, ditangkap pada bulan Juni tahun lalu. Penangkapannya itu terkait dengan serangkaian serangan cyber oleh kelompok yang disebut LulzSec.

Cleary dijadwalkan muncul di Pengadilan Southwark dengan terdakwa Jake Davis, pada 11 Mei. Empat orang lain, akan mulai diadili di pengadilan yang sama pada bulan Maret.

Metode yang digunakan keenam remaja ini adalah dengan pendistribusian denial of service (DDoS) untuk menyerang tiga situs sasaran. Mereka juga membangun sebuah botnet, jaringan komputer yang terinfeksi yang dapat digunakan dalam jarak jauh untuk melakukan serangan langsung.

SuMBer :TemPO.cO
poSTed bY : aRMStrOng_proDucT@YAHoo.co.ID

faCebooK MEnCAri HAcKer dunIA

Facebook menantang para hacker dunia dalam perlombaan Hacker Cup tahunan kedua. Lomba online ini bisa diikuti semua orang di dunia, termasuk di Indonesia. Facebook sudah membuka pendaftaran lomba hacker sedunia ini mulai Rabu 4 Januari 2012.

Babak kualifikasi para jagoan program komputer dunia akan dimulai pada 20 Januari 2012 dan berakhir pada 23 Januari 2012. Setiap peserta akan mendapat tiga soal yang harus diselesaikan dalam rentang waktu 72 jam. Nah peserta yang menyelesaikan minimal satu soal akan lolos ke babak Online I.

Babak I ini akan berlangsung 28 Januari dengan rentang waktu 24 jam. Sama seperti babak kualifikasi, peserta mesti memecahkan minimal satu soal sehingga bisa berlanjut ke babak berikutnya. Pada babak ini Facebook hanya menjaring 500 peserta terbaik berdasarkan jawaban yang benar serta kecepatan.

Memasuki babak II, peserta hanya mendapat jatah waktu tiga jam memecahkan soal. Babak ini berlangsung pada 4 Februari 2012. Sebanyak 100 Peserta terbaik akan mendapat hadiah t-shirt resmi Hacker Cup. Pengumuman peserta yang lolos ke babak ketiga dikirimkan melalui surat elektronik.

Babak final online akan berlangsung pada 11 Februari 2011. Sebanyak 100 peserta harus memecahkan soal selama tiga jam. Babak Online III itu akan memilih 25 hacker di seluruh dunia.

Facebook akan menerbangkan 25 hacker terbaik itu ke markas barunya di Menlo Park, California, untuk mengikuti babak final pada 17 Maret 2012. Pemenang akan mendapat hadiah US$ 5.000 dan gelar hacker top dunia. Peringkat kedua akan mendapat US$ 2.000, ketiga US$ 1.000, dan sisanya masing-masing US$ 100.

Tahun lalu sekitar 12 ribu programmer turut serta dalam Hacker Cup pertama. Pegawai Google asal Rusia, Petr Mitrichev, menjadi pemenang lomba yang digelar Facebook ini. Mitrichev juga pernah menjadi juara kontes Code Jam 2006 yang digelar Google. Kontes ini menantang programmer dunia memecahkan puzzle algoritma.

Dalam blog resminya Facebook mengatakan hacking merupakan kultur dalam perusahaannya. Facebook dibesarkan melalui hacking. Mereka membuat Hackathon, laman di Facebook yang berisi pekerja sendiri serta orang lain untuk menyuarakan ide dan mencari bolong-bolong perusahaan. "Kami selalu melakukan kegiatan hakcing untuk menyelesaikan persoalan."

suMber : TEMpO.cO
pOSted By : aRMStrOng_prODucT@YAHoO.co.ID
Ikuti TAMRIN

mALEs nYAri ? ... KetiK AjE

aRMStRoNg_prODucT@YAHoO.co.ID. Diberdayakan oleh Blogger.